Remitansi di Dunia Arab Saudi Bagi Para Migran – Dunia Arab memiliki salah satu proporsi migran tertinggi untuk pekerja lokal di dunia, dengan lebih dari 32 juta pekerja migran di negara-negara Arab pada tahun 2015 saja. Selain itu, wilayah ini memiliki salah satu diaspora terbesar di dunia. Ini berarti bahwa banyak pekerja terampil beremigrasi ke negara-negara kaya dan mengirim uang ke rumah melalui pengiriman uang. Tapi apa arti pengiriman uang di Dunia Arab bagi wilayah dan penduduknya?

Pengeringan Otak vs. Keuntungan

Di Lebanon dan Yordania, tenaga kerja tidak terampil disediakan oleh semakin banyak pengungsi dan pekerja asing, dengan total lebih dari lima juta pada tahun 2015. Namun, karena lebih banyak pekerja asing memasuki negara itu, semakin banyak warga negara Lebanon dan Yordania yang berketerampilan tinggi beremigrasi. Ini sering terjadi ketika kesempatan terbatas, ketika pengangguran tinggi dan pertumbuhan ekonomi melambat. Fenomena ini dijuluki ‘brain drain’ sebagai lawan dari ‘brain gain’, di mana peningkatan stok modal manusia meningkatkan ekonomi. Pengurasan terjadi ketika negara-negara miskin kehilangan pekerja berketerampilan paling tinggi dan negara-negara kaya pada gilirannya mendapatkan para profesional terdidik ini.

Pengiriman Uang di Dunia Arab

Ekspatriat ini biasanya bekerja untuk memperbaiki situasi kehidupan mereka sendiri sambil juga membantu mendukung teman dan keluarga mereka. Di sinilah remitansi berperan. Sebagaimana didefinisikan oleh Portal Data Migrasi, remitansi adalah transfer finansial atau barang yang dilakukan oleh migran kepada teman dan kerabat di komunitas asal mereka. Pengiriman uang sering kali melebihi bantuan pembangunan resmi. Mereka juga seringkali lebih efektif dalam mengentaskan kemiskinan. Pada tahun 2014 saja, negara-negara Arab mengirimkan lebih dari $109 miliar, sebagian besar dari Amerika Serikat diikuti oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Tidak dapat disangkal bahwa pengiriman uang dapat menjadi kekuatan pendorong yang kuat bagi stabilitas sosial ekonomi banyak negara Arab. Tapi tidak semua pengaruh itu positif. Beberapa ahli berpendapat bahwa remitansi sebenarnya dapat merugikan perkembangan negara penerima. Argumen mereka menyebutkan potensi efek negatif dari mobilitas tenaga kerja dan ketergantungan yang berlebihan pada pengiriman uang. Mereka menekankan bahwa ini dapat menciptakan ketergantungan yang melemahkan insentif penerima untuk mencari pekerjaan. Semua ini berarti perlambatan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan dan pelestarian status sosial ekonomi saat ini.

Kekuatan Diaspora

Hubungan antara remitansi di dunia Arab dan kemiskinan sangat jelas. Brain drain terus berlanjut dan aliran masuk dan keluar remitansi dalam jumlah tinggi tetap ada jika kondisi kehidupan tetap tidak berubah. Oleh karena itu, para pembuat kebijakan memfokuskan upaya untuk menarik para emigran untuk kembali ke negara asal mereka. Dengan memperkuat hubungan dengan jaringan migran, dan menerapkan strategi seperti insentif awal kewirausahaan dan rencana bakat, efek negatif awal dari brain drain dapat diatasi.

Remitansi di Dunia Arab Saudi Bagi Para Migran
ABU DHABI, UNITED ARAB EMIRATES – DECEMBER 20: Cleaner polishes one of the pillars of Sheikh Zayed Grand Mosque on December 20, 2016 in Abu Dhabi, United Arab Emirates. (Photo by Tom Dulat/Getty Images)

Secara keseluruhan, meskipun menguras otak dan pengiriman uang tampaknya dapat merusak pembangunan dalam jangka pendek, jika kebijakan dapat menarik kembali pekerja berketerampilan tinggi, kontribusi untuk pembangunan ekonomi jangka panjang dapat menghapus aspek negatif ini sama sekali. Populasi muda yang telah beremigrasi ke negara yang lebih maju memperoleh pendidikan dan pengalaman berharga yang penting untuk mempromosikan kewirausahaan di negara asal mereka. Selain itu, pengalaman mereka di negara-negara demokrasi maju dapat meningkatkan kontribusi mereka terhadap tata kelola yang lebih baik di negara asal mereka. Potensi terbesar dunia Arab yang belum dimanfaatkan adalah diasporanya, dan itu bisa menjadi kunci masa depan yang lebih sejahtera, jika saja bisa dimanfaatkan.