3 Fakta Tentang Kesehatan Mental di Arab Saudi

3 Fakta Tentang Kesehatan Mental di Arab Saudi

3 Fakta Tentang Kesehatan Mental di Arab Saudi – Kesehatan mental di Arab Saudi menjadi perhatian mendesak bagi pemerintah Kerajaan. Hampir seperlima dari mereka yang mencari bantuan perawatan kesehatan menunjukkan tanda-tanda tantangan kesehatan mental. Di beberapa daerah, hampir separuh penduduknya membutuhkan layanan kesehatan jiwa. Pemerintah mengakui kekurangannya dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi jumlah tersebut dan melayani kebutuhan warganya.

Mengurangi Stigma

Stigmatisasi kesehatan mental di Arab Saudi perlahan menurun. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang Arab Saudi malu mencari perawatan kesehatan mental. Banyak yang tidak menyukai terapi karena mereka menganggap penyakit mental sebagai tanda kelemahan.

Dalam sebuah studi tahun 2016 untuk mengukur tingkat depresi di negara tersebut, 14,3% calon peserta menolak dengan alasan bahwa survei tersebut tentang kesehatan mental. Saat mencari sesi terapi, banyak pasien takut untuk menunjukkan wajah mereka. Sentimen ini telah meninggalkan kondisi kesehatan mental yang tidak diobati, yang mengarah ke tantangan ekonomi dan menyebabkan individu jatuh ke dalam kemiskinan.

Dalam beberapa tahun terakhir, generasi muda telah melangkah dan mengambil sikap mendukung perawatan kesehatan mental. Sikap terhadap kesehatan mental berubah karena berbagai faktor termasuk pendidikan dan kesadaran yang menyebar ke seluruh bangsa. Baik Internet dan kontak dengan pasien yang menderita kondisi mental berfungsi untuk meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri terhadap kesehatan mental. Kini, saat menghadiri sesi terapi, banyak pemuda Arab Saudi yang tidak takut untuk menunjukkan identitasnya.

Meningkatkan Layanan Kesehatan Mental

Pemerintah mulai meningkatkan layanan kesehatan mental pada tahun 1983. Dalam upaya mengatasi krisis kesehatan mental negara tersebut, pemerintah Arab Saudi membentuk Departemen Umum Kesehatan Mental dan Sosial (GDMSH) pada tahun 1983. Departemen tersebut memiliki tugas untuk meningkatkan akses dan kualitas kesehatan mental di seluruh bangsa.

Pusat kesehatan primer (PHCs) menjadi tersedia dengan tujuan membuka layanan ini untuk warga negara Arab Saudi. Selain itu, GDMSH menggunakan Rencana Strategis Nasional Pertama untuk memodernisasi fasilitas psikiatri dan menyediakan staf terlatih untuk institusi perawatan kesehatan mental. Menjaga privasi individu yang mencari terapi menjadi masalah yang harus diselesaikan oleh GDMSH. Sebagai tanggapan, GDMSH telah bekerja untuk melindungi hak setiap pasien dalam sistem perawatan kesehatan mental.

Hukum Kesehatan Jiwa

Pada tahun 2014, Arab Saudi menetapkan undang-undang kesehatan mental. Pemerintah mencari bantuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengumpulkan data tentang keadaan layanan kesehatan mental di negara itu. Arab Saudi mengubah temuannya menjadi undang-undang dengan disahkannya Undang-Undang Kesehatan Mental.

Undang-undang tersebut menggabungkan banyak bagian dari Prinsip PBB untuk Perlindungan Orang dengan Penyakit Mental dan Peningkatan Perawatan Kesehatan Mental WHO. Ini memberikan definisi yang jelas tentang kesehatan mental dan menekankan kebutuhan untuk mencari perawatan kesehatan mental sukarela daripada tidak sukarela. Ini menguraikan kasus-kasus khusus ketika perawatan kesehatan paksa dapat digunakan.

Undang-undang tersebut juga menganut kebiasaan Arab Saudi untuk melibatkan keluarga dalam semua masalah perawatan kesehatan. Pasien dan kerabatnya menerima informasi tentang bagaimana hak-hak mereka akan menjalani pemeliharaan selama proses pengobatan. Jika perawatan tersebut melanggar hak pasien, mereka akan memiliki hak untuk membawa kasus mereka ke pengadilan dengan pengacara untuk mewakili mereka. Hukum tetap didedikasikan untuk menjaga keamanan selama proses perawatan.

Bergerak kedepan

Arab Saudi telah membuat langkah besar untuk meningkatkan kesehatan mentalnya. Saat ini, negara ini memiliki rasio 55% perawat psikiatri terhadap profesional perawatan kesehatan mental secara keseluruhan, yang 37% lebih tinggi daripada sebagian besar negara maju.

Selain itu, melalui upaya GDMSH untuk meningkatkan kualitas perawatan kesehatan mental, negara ini memiliki rasio 18,4 tempat tidur untuk 100.000 warga. Jumlah tempat tidur lebih besar dari jumlah janji terapi, yang merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh banyak negara maju. Bangsa ini memiliki lebih banyak kemajuan dalam perjalanan kesehatan mentalnya, tetapi Arab Saudi berada di jalur yang benar.…